Tren Marketing, Branding dan Bisnis

Gurita Bisnis Ilham Akbar Habibie Melalui Grup Ilthabi Rekatama

Dr Ing Ilham Akbar Habibie, MBA CEO dan Direktur Ilthabi Rekatama

Dr Ing Ilham Akbar Habibie, MBA CEO dan Direktur Ilthabi Rekatama

Siapa yang tidak mengetahui nama mantan Presiden B.J. Habibie dalam kancah pergerakan politik Indonesia yang sering dinobatkan sebagai manusia indonesia paling cerdas pada zaman Pemerintahan Orde Baru. Namun siapa yang menyangka, saat ini kerajaan bisnisnya terus membesar meskipun sudah tidak aktif lagi dalam panggung politik. Di bawah komando Ilham Akbar Habibie, putra sulung pasangan Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun, Grup Ilthabi Rekatama yang berdiri sejak tahun 1991 kian menunjukkan tajinya di pentas bisnis nasional.

Menurut Rhenald Kasali, pengamat dan pakar manajemen bisnis, anak-anak Habibie bersekolah tinggi, mereka anak pintar yang sudah mengambil gelar doktor. Namun, mereka orang yang sangat text book dan bukan orang yang besar di lapangan. Bukan orang yang dihadapkan pada situasi persaingan pasar yang ketat untuk mendapatkan order. “Kalaupun mereka masuk ke dunia bisnis, mereka akan masuk ke bisnis yang sudah stabil dan terkelola dengan baik,” kata Rhenald berkomentar.

Pada bisnis yang sudah terkelola dengan baik dan stabil ini peranan Ilmu marketing, branding dan bisnis manajemen sangatlah penting. Peta pesaingan sudah jelas dan kecilnya jumlah pesaing baru yang masuk kedalam industri tersebut dikarenakan barrier entry bisnis tersebut sudah sangatlah tinggi sehingga sangat diperlukan seorang nakoda bisnis yang memiliki ketrampilan dalam bidang marketing dan branding yang tinggi pula untuk dapat terus bertahan.

Ilham Akbar Habibie baru bergabung dengan Grup Ilthabi Rekatama tahun 2002 setelah ia dengan berat hati harus meninggalkan PT Dirgantara Indonesia. Kala itu, Ilham Akbar Habibie yang menjabat Direktur Marketing PT Dirgantara Indonesia tengah melakukan riset untuk menambah jumlah portofolio pesawat terbang buatan anak bangsa Indonesia. “Paling tidak, PT Dirgantara Indonesia sudah berhasil menghasilkan produk dan sudah digunakan,” ujarnya. Namun sayang, proyek tersebut harus berhenti karena ada kesepakatan antara pemerintah dengan International Monetary Fund.

Lepas dari Dirgantara Indonesia, Ilham Akbar Habibie memutuskan banting setir dan mengibarkan bendera Grup Ilthabi Rekatama. Dia mengatakan, keputusannya terjun ke bisnis keluarga tak lain karena adiknya, Thareq Kemal Habibie, ingin melepaskan kendali perusahaan dengan berbagai alasan. “Boleh dikatakan tidak ada pilihan lain buat keluarga,” ujarnya sambil tertawa.Akan tetapi, ayah tiga anak ini sangat sadar bahwa ia tidak terlalu menguasai dunia bisnis termasuk didalamnya bisnis manajemen dan marketing. Maka, ia memutuskan menimba ilmu manajemen di Chicago Booth School of Business Singapore Campus. Hal ini ia lakukan sambil bekerja sebagai wirausaha yang mampu ia lalui dengan mudah karena mewariskan kecerdasan sang ayah.

Peraih Ph.D dengan summa cum laude dari Technical University of Munich, Jerman ini mulai membenahi perusahaan keluarga yang sebelumnya tidak terfokus secara benar. Fokus perusahaan yang sebelumnya terbagi kebidang manufaktur, jasa keuangan dan properti mulai ditata ulang. Bisnis properti yang mulanya digeluti akhirnya diputuskan untuk ditinggalkan karena sudah tidak menguntungkan lagi.

Ilham Akbar Habibie kemudian merumuskan kembali grand strategi bisnis dari Grup Ilthabi Rekatama yang difokuskan kedalam 4 buah bidang bisnis yaitu:

  1. Bidang Teknologi Informasi
  2. Bidang Industri Manufaktur
  3. Bidang Industri Sumber daya alam
  4. Bidang Finansial Jasa Keuangan

Logo PT. Ilthabi Digital Edukasi Sebuah Perusahaan Milik Ilham Akbar Habibie

Logo PT. Ilthabi Digital Edukasi Sebuah Perusahaan Milik Ilham Akbar Habibie

Bidang Teknologi Informasi
Pada bidang teknologi informasi, saat ini Grup Ilthabi Rekatama mengelola website majalah Orbit Digital yang merupakan lanjutan dari Majalah Orbit yang diterbitkan oleh (almarhumah) Hasri Ainun Habibie. “Sebagian dari usaha itu kami kembangkan dengan mitra,” kata Ilham Akbar Habibie yang duduk dengan jabatan Komisaris Utama tanpa bersedia menyebutkan mitra kerjanya. Bisnis pada bidang teknologi informasi diwadahi dengan membentuk sebuah perusahaan yaitu PT. Ilthabi Digital Edukasi yang merupakan media pendidikan IPTEK untuk anak Indonesia generasi digital.

Bidang Industri Manufaktur
Grup Ilthabi Rekatama memiliki juga anak perusahaan pada usaha pabrikasi untuk pengecoran dan pendinginan seperti produksi radiator, sistem teknik pendingin untuk refrigerasi dan klimitisasi.

Bidang Industri Sumber Daya Alam
Pada sektor sumber daya alam ini. Grup Ilthabi Rekatama memiliki beberapa bisnis pertambangan yaitu Sound Oil dan PT Ilthabi Bara Utama. PT Ilthabi Bara Utama merupakan perusahaan penambangan batu bara yang memiliki konsesi di Kalimantan Timur seluas 35 ribu ha yang secara keseluruhan diperkirakan mampu memproduksi 3,3 miliar ton batu bara. Namun, perusahaan ini baru saja dijual ke Bayan Resource dengan harga jual yang cukup menggiurkan karena ingin lebih fokus pada PT. Ilthabi Energia yang sedang mengembangankan bisnis energi alternatif yang tengah tren dan punya potensi besar dimasa depan yaitu coal bed methane.

Pada tahun 2008, salah satu anak perusahaan Grup Ilthabi Rekatama yaitu PT Krakatau Ilthabi Adhijaya (perusahaan patungan antara PT Mitra Investasi Artaperdana dan Dana Pensiun Krakatau Steel) membuat pabrik pig iron dengan kapasitas 300.000 ton/tahun. “Kami tertarik masuk ke bisnis ini karena bahan baku dan pasarnya jelas yaitu Krakatau Steel,’“ ujar Ilham yang juga menjabar sebagai Dirut PT Mitra Investasi Artaperdana. Pig iron atau logam panas adalah bahan baku pembuat baja. Untuk membuat pig iron, PT Krakatau Ilthabi Adhijaya menggunakan teknologi Oxycup yang berasal dari Kuttner dan Thyssen Krupp yang dirancang menggunakan konsep nir limbah (zero waste concept). Bahan baku pembuatnya akan menggunakan limbah dari Krakatau Steel yang ditambahkan dengan iron ore, iron sand dan scrap. Pabrik PT Krakatau Ilthabi Adhijaya yang dibangun didalam area PT. Krakatau Steel ini menghabiskan dana Rp. 780 miliar dan akan balik modal dalam waktu 4 tahun.

“Yang tengah kami kembangkan lagi adalah bisnis tanaman herbal,” ujarnya. PT. Ilthabi Sentra Herbal yang berlokasi di Bandung Utara dan berupa Tanaman Hutan Rakyat (TAHURA) Juanda melakukan penelitian dan pengembangan etnofarmasi melalui pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman tanaman obat Indonesia untuk diolah menjadi produk herbal, baik obat, pangan fungsional, maupun produk terkait lainnya.

Bidang Finansial dan Jasa Keuangan
Di samping ketiga bidang tersebut, sebenarnya Grup Ilthabi Rekatama juga mengelola perusahaan jasa keuangan, yaitu Asuransi Wuwungan. Menurut Ilham Akbar Habibie, perusahaan ini tetap dipertahankan karena merupakan usaha pertama yang dibangun oleh keluarganya. Selain itu, juga merupakan usaha patungan antara keluarga Habibie dengan kerabatnya. Bisnis rintisan pertama memang sebaiknya tidak ditinggalkan karena merupakan pintu masuk bagi keuntungan bisnis lainnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ini menyebutkan bahwa ia cukup puas dengan perkembangan Grup Ilthabi yang dikelolanya. Ia akan terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan sekitar 2 ribu tenaga kerja yang bernaung di bawah Grup Ilthabi. Maka, Ilham akan terus melakukan pengembangan usaha agar kelak kelompok usaha ini menjadi kelompok usaha yang cukup disegani di Tanah Air.

Ilham Akbar Habibie menyebutkan, salah satu obsesinya adalah meningkatkan nilai tambah lokal di Indonesia, kadar teknologi lokal, dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Menurutnya, pasar domestik Indonesia sangat besar, dan seharusnya perusahaan nasionallah yang lebih dominan di pasar Indonesia. “Kami aktif di manufacturing karena kami percaya bahwa Sumber Daya Alam kita perlu dihilirisasi dan itu perlu teknologi dan manufacturing,” kata pria yang sempat berkarier di Boeing Aircraft Company ini.

Diam-diam, bisnis pria kelahiran Jerman 1963 ini memang terus membesar dan semakin bersinar. Melalui holding usahanya, Grup Ilthabi Rekatama, yang berkantor di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Ilham Akbar Habibie menaungi lebih dari 10 perusahaan yang membidangi mulai dari asuransi umum, pertambangan batu bara, pertambangan kaolin, eksplorasi minyak dan gas, trading, suku cadang pesawat terbang sampai obat-obatan herbal.